Facebook

Breaking News
recent

Lima Hal Unik Yang Dipelajari Dari Pluto Selama Setahun

Lima Hal Unik Yang Dipelajari Dari Pluto Selama Setahun

Pada 14 July 2015, salah satu pesawat NASA New Horizon terbang mendekat ke arah Pluto, dan memberikan gambar terdekat dari planet yang ditemukan tahun 1930 itu

Lima Hal Unik Yang Dipelajari Dari Pluto Selama SetahunPegunungan es lainnya di PLuto yang dilihat New Horizons. (NASA/JHUAPL/SWRI)
Pada 14 July 2015 lalu, salah satu pesawat NASA New Horizon terbang mendekat ke arah Pluto, dan memberikan gambaran terdekat dari planet mungil yang ditemukan tahun 1930 itu.
Butuh waktu tiga menit untuk mengelilingi planet kerdil itu, namun butuh waktu sedikit lebih lama untuk melihat seluruh sistem dan memandang Pluto, bulan terbesar Pluto yaitu Charon, dan empat bulan kecilnya Styx, Nix,Hydra, dan Kerberos.
Data yang terkumpul mengejutkan para ilmuwan dan tetap menjadi favorit bagi masyarakat, bahkan menginspirasi U.S. Postal Service untuk merilis isu "Pluto-Not Yet Explored" tahun 1991.
"Ada suatu hal yang membuat Pluto begitu menginspirasi dan menarik bagi orang-orang, lebih dari target-target yang pernah saya lihat dan kerjakan," ujar anggota New Horizons Carly Howett dari Southwest Researc Institute di Kolorado.
Ini beberapa hal yang mengejutkan yang misi New Horizons dapatkan mengenai Pluto.
Pluto adalah planet yang hidup
Sebelum New Horizon terbang ke Pluto, peneliti berpikir tidak akan ada banyak kegiatan geologis di sana, dimana suhu yang dingin dan membekukan tempat itu.
Tim New Horizon tidak cukup siap untuk mengetahui bahwa ternyata Pluto memang hidup, atau setidaknya beberapa waktu lalu yang lama, secara geologis ia hidup. Material yang ada di permukaan planet itu terbentuk dari proses tenaga panas pada interior planet.
"Saya cukup terkejut melihat aktivitas yang terjadi di Pluto, di satu sisi jaraknya yang jauh sekali dari matahari," ujar Cathy Olkin dari Southwest Research Institute yang tergabung dalam tim tersebut juga.
Pluto memiliki gletser nitrogen dan gunung
Aliran yang mengarah ke Sputnik Planum, lahan es luas yang ada di Pluto, adalah gletser dari es nitrogen, sama seperti gletser yang ada di bumi.
Gletser tersebut mengalir dekat gunung yang mengambang terbuat dari air yang membeku. Terdapat dua gunung yang dinamai Wright dan Richard. Kedua gunung es itu diketahui sebagai gunung api yang erupsi lavanya terbuat dari mikstur es.
"Setiap kali kita melihat lebih dekat pada sesuatu yang ada di sana, Pluto semakin menghasilkan banya misteri ketimbang jawaban," ujar Will Grundy dari Lowell Observatory.
Charon berwarna merah dan tidak mati
Mungkin misi untuk berhenti di Pluto sudah berhasil. Namun bukan hanya itu yang dilihat oleh misi New Horizons.
Bulan terbesar Pluto, Charin ternyata memberikan bukti yang begitu fantastis.
"Saya berekspetasi Charon lebih terlihat seperti Rhea (bulan milik Saturnus), yang hanya diselimuti kawah dan berwarna abu-abu," kata Howett.
Benar jika disana terdapat banyak kawah, namun Charon memiliki lebih banyak kawah dari Pluto. Langit di sana lebih gelap dan memiliki kutub berwarna merah gelap yang dinamai Mordor Macula.
Bulan-bulan kecil yang bersinar cerah
Jejak dari kejadian masa lampau tak hanya tersembunyi di Pluto, dan Charon, namun juga pada bulan-bulannya yang lebih kecil Styx, Nix, Kerberos, dan Hydra.
"Orbit dari bulan-bulan kecil itu bahkan lebih aneh dari kami pikirkan," ujar Kelsi Singer dari Southwest Research Institute.
Mereka memiliki warna yang seragam seperti Charon. Nix dengan kawahnya yang kemerahan. Sedangkan Hydra tampak tumbuh dari dua potong puing yang bertabrakan dan terjebak bersamaan.
Gemerlap biru pada Pluto
New Horizon mengambil gambar siluet dari Pluto dan Charon, dan hasilnya sungguh mengejutkan. Foto backlit karena cahaya matahari itu menunjukkan planet Pluto dikelilingi cahaya gemerlap biru.
Atmosfer nitrogen pada Pluto ditemukan tahun 1988. Para ilmuwan berasumsi bahwa keberadaan Pluto yang jauh dari matahari menyebabkan atmosfernya membeku dan hancur, menghujani permukaan planet.
Hal ini terdengar membuat frustasi pra peneliti yang mempertanyakan data yang telah ada beberapa dekade dalam waktu beberapa menit.
Pluto telah mengungkapkan dirinya sebagai sebuah teka-teki yang menarik di tata surya. Sejumlah aspek yang diperkirakan mampu menjadi pegangan yang cukup menjelaskan, ternyata masih lumayan membingungkan.
(Annisa Hardjanti / Sumber: Nadia Drake / The National Geographic)
Unknown

Unknown

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.